Advertisement
Home arrow News Letter arrow Goa Cerme: Menjelajah Perut Bumi
Goa Cerme: Menjelajah Perut Bumi Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 April 2008

Mengunjungi Jogjakarta, janganlah hanya menikmati elok dan anggunnya Kraton dan Parangtritis atau hanya menikmati serunya berbelanja di pasar Beringharjo. Masih ada obyek wisata yang menawarkan tantangan. Bagaimana jika tantangan itu berupa penelusuran goa sepanjang satu setengah kilometer, yang dilangit-langitnya seolah-olah dipahatkan arsitektur alam, uji nyali melawan kegelapan. Kemudian, sesekali bertemu dengan kelelawar goa, dan berbasah-basah ria? Oleh Kelompok Pecinta Alam GEGAMA dan photografer profesional Deniek G. Sukarya kami menyusuri Goa Cerme dalam rangka eksplorasi dan pemotretan goa. Jika anda berani menerima tantangan ini, cobalah Goa Cerme!

Goa Cerme adalah goa stalagtit dan stalagmit yang tersembunyi di sudut kota Bantul tepatnya di dusun Srunggo, Selopamioro Imogiri. Goa ini berada dua puluh kilometer dari pusat kota Jogjakarta, perjalanan kesana bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Jalan menuju lokasi cukup bagus, pemandangan sangat bagus terutama pada perjalanan menuju ke Goa Cerme dari desa terakhir. Goa sepanjang kurang lebih satu setengah kilometer ini digenangi air dengan kedalaman sekitar satu meter. Goa ini berakhir pada gerbang keluar Desa Pioso, Giritirto, Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Di dalam Goa Cerme Anda akan menemukan banyak stalagtit dan stalagmit dilangit-langit goa yang seakan dipahatkan di atap dan di dasar goa. Ukurannya dan bentuknya pun bermacam-macam, diameter stalagtit bisa berukuran mencapai satu setengah meter.

Goa Cerme memang pas untuk menguji nyali Anda. Cobalah telusuri Goa Cerme yang gelap dan lantainya digenangi air tanah. Mengatasi ketakutan akan kegelapan cukup menantang sekaligus menguras energi. Tak heran, pada hari libur dan pada musim liburan banyak pelajar dan kaum muda berkunjung ke tempat ini. Kegelapan Goa Cerme tidak menghalangi kita menikmati keelokan pemandangan didalamnya. Apalagi jika kemudian anda meminta bantuan pemandu dari desa setempat, mereka akan menyediakan alat penerangan sederhana seperti lampu dan petromak. Akan terasa sangat menakjubkan dengan beberapa ornamen goa yang bersimbah kaisit seperti bertabur berlian disinari cahaya lampu.

Sejak ditemukan, goa itu kemudian digunakan oleh Walisongo sebagai tempat tafakur dan musyawarah menyusun strategi dakwah pengajaran agam Islam di jawa. Menurut riwayatnya, nama Goa Cerme berasal dari kata "arame" yang berarti ceramah atau dakwah. Sampai sekarang nuansa Islam tersebut masih terlihat dari penamaan bagian dalam dari goa tersebut seperti sumber air Zam-zam (150m), Mustoqo (175m), goa Pandu (300M), Air Suci (400m), watu kaji (400m), goa Paseban (500m) dan kenthongan (500m).

Sumber air Zam-zam dia Goa Cerme berupa bongkahan stalagmit berbentuk cekung seperti cawan raksasa berdiameter sekitar 100 sentimeter dan terdapat di kedalaman sekitar 150m dari mulut goa. Masuk lebih dalam lagi (500m dari mulut goa) Anda akan dapat menyaksikan sebuah tempat lapang berukuran tiga kali tiga meter atau yang dikenal dengan Goa Paseban.

Sebenarnya, selain sebagai goa wisata, saat ini Goa Cerme banyak digunakan sebagai tempat bertafakur bahkan untuk mencari berkah. Para pengunjung bermeditasi di goa-goa kecil selain utama.

Bagaimana? semakin lengkap kan tantangan di Goa Cerme. Tinggal beranikah anda menjawab tantangan itu?

Sekretariat GEGAMA
Mahasiswa Pecinta Alam
Fakultas Geografi UGM
Jl. Barek Sekip Utara - UGM
Jogjakarta

Last Updated ( Wednesday, 16 April 2008 )
 
Next >

Special Offer

Support Hotline

Silakan kirim pesan anda disini
 Enquiry
 +62-274-486348
 +62-274-486348
 Head Office:
Condong Sari D13 Condong Catur Depok Sleman
DIY
Indonesia
55283
Yahoo! Messenger
fathur98

Link Exchange

Visit Indonesia Year 2007

viy2008jpg.jpg

Visit Indonesia Year 2006

viy2008jpg.jpg

Visit Indonesia Year 2008

Visit Indonesia Year 2008

viy2008jpg.jpg